Salah
satu negara besar yang jumlah penduduknya sampai 1,4 M (banyak yak) dan 34
daerah setara provinsi, well itulah
kenapa Tiongkok menjadi salah satu negara besar di dunia. Tiongkok punya cerita kelam masa lalu di masa dinasti
kerajaan mereka hingga Perang Candu yang terjadi beberapa ratus tahun sebelum
kamu baca tulisan ini.
Negeri
tirai bambu menjadi julukan Tiongkok, tahu gak kenapa? Mungkin ada yang
beranggapan karena di Tiongkok banyak bambu? Yap itu benar kok, tapi ada alasan
lain juga loh. Jadi di bawah pimpinan Mao Zedong, Tiongkok menjalani sebuah
kebijakan yang sangat berani untuk menutup rapat negaranya dari dunia luar setelah Tiongkok mengalami guncangan besar yang membuat negaranya terpuruk. Keputusan menutup rapat negaranya dapat dianalogikan sebagai deretan bambu dengan tinggi yang
menjulang ke langit dan seolah memberikan perlindungan pada Tiongkok. Nah itu alasan mengapa Tiongkok disebut negeri tirai bambu.
Banyak pertanyaan, kamu
di Tiongkok ngapain aja? Di sana aku banyak belajar, belajar di institusi pun
belajar di tempat-tempat asik kek tempat wisata misalnya ihihihi. Apa aja yang
menarik dari Tiongkok? Banyak yang menarik, mau tahu yah? Yuk baca sampai habis...
- Wisata
Di
Tiongkok ada banyak wisata tapi kemarin kami cuma sempat ngunjungin beberapa
wisata aja
o
Great Wall
Landmark yang satu ini emang udah menjadi salah satu destinasi wajib
kalau menginjakkan kaki di Tiongkok. Great Wall menunjukkan betapa upaya
dinasti kerajaan di masa lalu begitu kuat dalam mempertahankan wilayahnya. Kata
orang Tiongkok, jika kita mengunjungi Great Wall berarti kita sudah menjadi
seorang pahlawan karena memberikan apresiasi kepada wujud pertahanan Tiongkok
di masa lalu.
Oeh iya, Great Wall itu panjang banget dan karena tempatnya di pegunungan jadi menanjak gitu. Buat naik sampai ke atas butuh effort yang lebih sih terutama bagi kita yang jarang olahraga, engap cuy.
Eh
iya, kamu juga harus tahu ternyata di Indonesia juga ada Great Wall loh
tepatnya di Provinsi Sumatera Barat, Bukittingi. Yah meskipun gak sebesar dan
sepanjang Great Wall di Tiongkok tapi bolehlah main ke sana buat pemanasan.
![]() |
| Sumber: panduanwisata.id |
o
Tian An Men
Tempat
ini adalah salah satu landmark sejarah
yang menggambarkan pergerakan mahasisa Tiongkok yang puncaknya tanggal 4 Juni
1989. Mungkin teman-teman aktivis juga udah tahu soal sejarah ini. Dikit cerita
aja yah, mahasiswa di peristiwa ini memperjuangkan demokrasi di gelombang
komunisme yang diterapkan oleh Tiongkok karena merasa bahwa banyak
ketidakadilan yang terjadi di sana. Alhasil demonstrasi mereka berujung pada
pembantaian masal yang diperkirakan mencapai hingga ribuan korban, serem yak
tapi emang begitu adanya.
Terlepas
dari itu, pemerintah Tiongkok berupaya untuk mengenang bagian dari sejarah
kelam mereka di tahun 1989 tersebut dengan membuat kenangan berbentuk lapangan
luas yang disandingkan dengan taman bunga yang indah, mungkin saja bunga itu
sebagai pengganti dari jiwa-jiwa muda yang telah gugur di tanah itu.
o
Forbidden City
Tian
An Men dan Forbidden City sebenarnya bisa dikatakan masih ada dalam satu
kompleks yang dipisahkan dengan jalanan. Habis berfoto ria di Tian An Men
kita bisa langsung ke Forbidden City dengan berjalan kaki melewati jalan bawah
tanah yang sebenarnya cuma buat nyebrang aja.
Sedikit
overview tentang Forbidden City yah,
jadi bangunan ini adalah kerajaan dinasti Tiongkok di masa lalu yang ternyata
dijadikan tempat ”plesiran” oleh Raja, plesiran yaaaaaaaaaa. Terlepas dari itu,
layaknya kerajaan di daerah Asia Timur, arsitektur bangunan itu hampir sama
dengan kerajaan seperti di Korea gitu.
o
Bird Nest
10
tahun yang lalu tepatnya tahun 2018, Tiongkok ngadain Summer Olympic yang cukup besar. Salah satu bangunan yang dijadikan
landmark buat mega event itu adalah
Bird Nest Stadium. Arsitekturnya keren banget tapi sayang kemarin gak sempat
masuk dan malah nyangkut di toko oleh-oleh ehehe.
![]() |
| Sumber: arch20.com |
Eh iya, jadi selama di Tiongkok itu kami pergi
ke Beijing dan Shanghai. Kalau di Shanghainya Cuma sempat main di Shanghai Bund
yang tempatnya di tepi Sungai Huangpu. Suasananya menyenangkan, pemandangannya bagus, sungainya bersih, anginnya sepoi-sepoi.
Jadi Bund ini benar-benar ciyamik banget dengan suguhan
pemandangan sungai, Kota Lama, dan Kota Baru Shanghai. Eh iya wisata yang perlu
dicoba kalau udah nyampai di Shanghai Bund adalah makan di cruise loh.
Sambil makan, kamu juga bisa menikmati indahnya lampu-lampu yang dipantulin ke
gedung-gedung tinggi. Ah sedaplah...............
Di Shanghai kami juga berkunjung ke Shanghai Museum,
tips aja yah kalau mau masuk ke sana mesti luangkan waktu lebih lama karena
museum dibuka pukul 09.00 a.m. waktu Shangai dan antreannya sedikit mengular. Tips
selanjutnya, kalau di dalam museum jangan pernah menyentuh semua barang yang
ada di sana karena semuanya dipasang sensor yang langsung terhubung dengan
security. Nyentuh dikit aja bakalan kena tegur apalagi kalau sampai merusak,
duh hukumannnya bisa ditahan selama beberapa minggu di sana atau bayar denda
50.000 yuan.
o
Penginapan
Nah
untuk penginapan selama di Tiongkok aku gak bisa ngasih banyak informasi sih
soalnya kemarin tinggalnya di hotel. Eh iya sedikit aja sih ini informasi dari travel yang kami pakai, jadi kami
dipilihkan hotel bintang 5 internasional karena menurut mereka standar bintang
hotel internasional dan lokal Tiongkok itu beda jauh. Bisa aja hotel lokal bintang
5 Tiongkok Cuma setara dengan bintang 2/3 untuk hotel internasional. Yah, tips
aja mungkin kalau kalian mau nyari penginapan di Tiongkok dan maunya
nginap-nginap nyaman mungkin lebih baik pilih hotel internasional yang udah
dijamin kualitasnya.
o
Lalu lintas
Lalu
lintas, nah ini yang bikin aku jatuh cinta sama Tiongkok terutama di Beijing. Ya
ampun lalu lintas di sana tertib banget, jalannya luas, ada perbedaan dan
batasan seperti pagar untuk mobil dan sepeda atau motor, terus beda lagi jalan
untuk pedestrian. Uh benar-benar rapi banget lalu lintasnya.
Dan
iya, di Tiongkok itu untuk industri transportasinya udah benar-benar maju. Di jalanan
yang seliweran bukan mobil biasa tapi mobil-mobil mewah. Ada yang menarik juga
jadi di sana banyak motor yang juga bisa dijadiin sepeda dan bahan bakarnya itu
listrik jadi minim polusi. Keren gak?
Untuk
perjalanan Beijing-Shanghai kami naik kereta yang kecepatannya 307 km/h. Fasilitasnya
di dalam berasa seperti naik pesawat boeing 737 sih, kursinya, pelayanannya,
pokoknya hampir sama. Beda dengan kereta kita apalagi KRL yah, kereta ini
jalannya soft banget gak ada bunyi
yang terlalu annoying.
o
Kebersihan
Nahhhh
ini, kebersihan. Honestly, nampak di
jalanan Tiongkok memang relatif bersih gak ada sampah berserakan. Tapi, untuk
kebersihan lain mulai dari kendaraan sampai urusan toilet emmmmm so bad. Sepanjang jalan jarang banget
lihat mobil yang kinclong, sebagus apapun mobilnya tapi debu yang nempel benar-benar
tebal banget. Gak habis pikir sih kok mereka bisa gak peduli banget sama
kebersihannya. Di bus yang kami pakai selama di sana juga, sampah-sampah itu
gak pernah dibersihin kalau bukan kita sendiri yang inisiatif, ini sih beda
sama bus di kampung kita yang yah setidaknya kalau penumpang turun sampahnya
dibersihin.
Kebersihan
lain yang menurutku lumayan parah adalah soal masalah toilet. Sebelum berangkat
udah ada beberapa teman yang ngasih tahu kalau toilet di sana itu kurang bersih
dan boom itu benar sekali
saudara-saudara. Perlu diceritain detilnya gak? Perlu yah? Iya aku ceritain deh
ehehe...
Jadi
beberapa yang penting soal toilet di Tiongkok itu, pertama di sana semua
toiletnya adalah toilet kering even di
hotel bintang 5 sekali pun. Tips untuk kita orang Indonesia yang udah kebiasaan
apa-apa di toilet selalu pakai air adalahhh selalu bawa botol ke manapun kamu
pergi, pastiin kalau botol itu kalian jadiin salah satu hal penting yang wajib
ada di dalam tasmu. Kedua, ini masalah kebersihan orang-orang di sana juga,
kesadaran mereka buat flash kotoran
di toilet masih sangat kurang. Pengalaman pribadiku waktu ke toilet di Bird
Nest dapat oleh-oleh di dalam toilet akibat kemalasan orang buat nge-flash. Mungkin karena tahu kalau
kesadaran masyarakatnya kurang jadi ada beberapa tempat udah pakai toilet yang
dipasangin sensor jadi setelah kita buang air dan berdiri terus bakalan nge-flash secara otomatis.
o
Makan
Untuk
para muslim yang mau safar di Tiongkok rasanya agak sulit untuk cari makanan
halal. Kami aja kemarin udah pakai travel dan katanya makanan yang disediain semuanya
no pork tapi tetap aja ada pork-nya. Belum lagi minyak yang dipakai
buat masak semua masakannya, kita gak tahu itu minyak yang dibuat dari bahan
apa, syukur baik kalau dari nabati, kalau gak? Hmmmm.
Tips
aja sih kalau emang kamu orangnya worry-an
kayak aku mending sediain makanan sendiri seperti mie cup, cabe, keringan
tempe, atau makanan lain yang emang udah familiar dengan lidah kamu.
Ada hal
yang paling menarik dari Tiongkok tentang belanja di sana. Banyak banget yang
mau aku ceritain tapi rasanya tulisan yang ini udah panjang banget jadi mungkin
aku bakalan lanjutin di tulisan berikutnya. Tungguin cerita kami belanja sampai bagaimana kami kena trap dari
mereka sampai terpukau buat ngabisin duit di sana.
Makasih
sudah membacaaaaa.......




Comments
Post a Comment